Mahasiswa Unika St Paulus Ruteng: Merefleksikan Problematika Sektor Pertanian di Indonesia

- Minggu, 25 September 2022 | 14:54 WIB
Aventus Purnama Dep, Mahasiswa Semester 7 Unika St. Paulus Ruteng
Aventus Purnama Dep, Mahasiswa Semester 7 Unika St. Paulus Ruteng

Oleh : Aventus Purnama Dep, Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Katolik St Paulus Ruteng

FloresNews.id - Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama pada bidang pertanian yang dapat mendorong perekonomian negeri. Menurut Ditjen Hortikultura (2011), sektor pertanian dikelompokan menjadi beberapa subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Dari beberapa subsektor ini, berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan membuka kesempatan kerja bagi para petani. 

Tapi nyatanya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) lapangan usaha pertanian atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp2,25 kuadriliun sepanjang 2021. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 13,28% terhadap PDB nasional. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada tahun 2021 tercatat turun 0,42 persen poin dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 13,7%.

Seiring dengan berkembangnya sektor pertanian Indonesia saat ini, ternyata masih memiliki berbagai masalah besar dari hulu hingga hilir yang kemudian menghambat kemajuan pertanian Indonesia.

Baca Juga: Polres Matim Dinilai Tak Becus Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak 4 Tahun di Borong

Pertanian merupakan salah satu sektor penunjang dalam upaya penyediaan pangan dan lapangan pekerjaan. Menghadapi masalah yang berkaitan dengan bonus demografi, masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia, hal ini akan berdampak pada tingkat pengangguran semakin tinggi. Apalagi permasalahan yang kini dihadapi para petani tak kunjung berhenti. Mulai dari persoalan terkait dengan lahan, irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian, penyuluh lapangan (sumber daya petani), harga produk selalu mengalami fluktuasi, tenaga kerja, hingga permasalahan tata niaga pertanian. Pada sisi tenaga kerja, petani di Indonesia masih didominasi oleh generasi tua yang rata-rata berusia di atas 40 tahun.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah petani di tahun 2021 di Indonesia berjumlah disekitar 38,77 juta jiwa, padahal 10 tahun yang lalu berjumlah disekitar 42,46 juta jiwa. Terdapat penurunan yang cukup singnifikan. Dari 38,77 juta jiwa tersebut, petani milenial berusia 20-39 tahun, hanya berjumlah 2,7 juta orang atau setara 8% dari jumlah petani secara keseluruhannya. Artinya 90% (35 juta ) petani Indonesia adalah petani tua.

Penurunan minat generasi muda di sektor pertanian menjadi pringatan bagi pemerintah agar secepatnya mengatasi masalah ini. Berkurangnya jumlah petani akan berdampak pada ketersediaan produk dalam negeri berkurang serta menurunya lapangan pekerjaan. Sektor pertanian adalah salah satu penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual di Matim Mendekam di Meja Kepolisian, Korban Dirujuk ke RSUD Manggarai

Dengan demikian, problematika di sektor pertanian saat ini, harus mendapat penanganan yang baik dan komprehensif agar tidak menimbulkan bencana dikemudian hari akibat dari masalah di sektor pertanian yang akan berimbas pada segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, tanggal 24 September diperingati sebagai "Hari Tani Nasional", mesti merefleksikan kembali terkait dengan masalah-masalah di sektor pertanian yang belum ditangani secara khusus. Sebab, petani belum merdeka, karena semua impian mereka belum tercapai yang namanya keluarga tani maju dan sejahtera.

Halaman:

Editor: Angelus Durma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat dari Dapur Redaksi FEC Media

Rabu, 2 November 2022 | 09:25 WIB

Berjalan di Tengah Rimba Ranaka

Selasa, 20 September 2022 | 12:12 WIB

Berikut Tafsir Lengkap Dari Arti Mimpi Dikejar Ular

Jumat, 16 September 2022 | 13:44 WIB

8 Arti Mimpi Tentang Sekolah, Pertanda Baik Atau Buruk

Kamis, 15 September 2022 | 14:08 WIB

Tentang Parodi 'Polisi Fashion Week'

Selasa, 6 September 2022 | 18:55 WIB
X