Kenaikan Harga BBM dan Respon Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat

- Rabu, 7 September 2022 | 13:41 WIB
Kenaikan Harga BBM dan Respon Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Ilustrasi)
Kenaikan Harga BBM dan Respon Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Ilustrasi)

Oleh: Servasius S Ketua


Pada tanggal 3 september 2022, pemerintah mengumumkan penyesuaian (menaikan) harga BBM bersubsidi, sejak saat itu secara resmi harga BBM bersubsidi mengalami kenaikan. Pertalite yang sebelumnya per liter Rp.7.650 menjadi Rp.10.000, Pertamax dari Rp.13.500 menjadi Rp.16.000 dan Solar dari Rp.5.150 menjadi Rp.7.200.

Kebijakan dan keputusan menaikan harga BBM ini tentu merupakan keputusan sulit dan dilematis, karena berdampak luas bagi masyarakat (daya beli/konsumsi terganggu), juga berpotensi pada naiknya inflasi serta tidak bertumbuhnya ekonomi pasca dikeluarkannya kebijakan penyesuaian harga BBM Bersubsidi ini.

Merespon kenaikan BBM, Pemerintah pusat telah merencanakan langkah-langkah antisipatif agar tidak berdampak buruk bagi Inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, antara lain: bantalan/bantuan sosial (blt BBM) sebesar Rp 150.000,-/bulan bagi masyarakat miskin, dalam rangka menjaga daya beli (tingkat konsumsi), juga subsisdi upah sebesar Rp.600.000/ bulan.

Kebijakan Pemerintah Pusat, melalui pemberian bantuan sosial bagi masyarakat Miskin akan berpengaruh pada postur anggaran di Pemerintah Daerah (khususnya pemerintah Kabupaten). Lalu seperti apa langkah langkah antisipatif yang harus dilakukan pemerintah daerah, dalam mengantisipasi dampak kenaikan BBM, terutama bagi daya beli (tingkat konsumsi), daya produksi, upaya menahan laju inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi di daerah?

Dampak Kenaikan Harga Bbm di Manggarai Barat

Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi ini juga akan berdampak bagi masyarakat di Manggarai Barat, mulai dari terganggunya daya beli (konsumsi), terpengaruhnya biaya produksi (termasuk transportasi), juga tentu berdampak pada tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kenaikan harga BBM bersubsidi ini selalu diikuti dengan kenaikan harga jual bahan pokok, kenaikan harga barang jadi, penyesuaian tarif transportasi (jasa angkutan distribusi lainnya), kenaikan harga barang mentah/baku, yang seluruhnya bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan aktifitas masyarakat.

Khususnya di Kabupaten Manggarai Barat, dengan mayoritas masyarakat bertumpu pada sektor pertanian, maka kenaikan harga BBM akan berpengaruh terhadap biaya produksi pertanian. Petani harus segera melakukan penyesuaian terhadap perubahan biaya sebagai dampak kenaikan harga pupuk, alat-apat produksi dan Ongkos Angkut.

Halaman:

Editor: Redaksi FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat dari Dapur Redaksi FEC Media

Rabu, 2 November 2022 | 09:25 WIB

Berjalan di Tengah Rimba Ranaka

Selasa, 20 September 2022 | 12:12 WIB

Berikut Tafsir Lengkap Dari Arti Mimpi Dikejar Ular

Jumat, 16 September 2022 | 13:44 WIB

8 Arti Mimpi Tentang Sekolah, Pertanda Baik Atau Buruk

Kamis, 15 September 2022 | 14:08 WIB

Tentang Parodi 'Polisi Fashion Week'

Selasa, 6 September 2022 | 18:55 WIB
X