Pimpinan YAPENKAR Apresiasi Kritik dalam Pementasan Teater 40 tahun Unwira Kupang

- Minggu, 18 September 2022 | 16:23 WIB
Pimpinan YAPENKAR Apresiasi Kritik dalam Pementasan Teater 40 tahun Unwira Kupang/Foto: Ist
Pimpinan YAPENKAR Apresiasi Kritik dalam Pementasan Teater 40 tahun Unwira Kupang/Foto: Ist

Kupang, FloresNews.id - Ketua Yayasan Persekolahan Katolik (YAPENKAR), Pater Yulius Yasinto, SVD, MA, M.Sc, mengapresiasi kritik yang ditampilkan dalam pementasan teater kisah perjalanan 40 tahun Unwira Kupang yang digelar di Aula St. Maria Immaculata, kompleks kampus baru Unwira Penfui, Sabtu, (17/08/2022).

Pater Yul yang ditemui media setelah menyaksikan acara pementasan teater mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi keberanian para pemeran dan sutradara teater karena berani menyampaikan kritik secara terbuka. Kritik demi perbaikan Unwira ini sangat baik. Karena di tengah apresiasi tentang kemajuan, ada juga kritik terhadap kekurangan yang harus terus dibenahi di Unwira. Dan itu sesuatu yang konstruktif. 

"Saya merasa gembira karena mereka meramu sejarah 40 tahun Unwira dalam dua sisi yang seimbang. Satu, ada sisi kemajuan. Dan itu nyata. Tetapi mereka juga berani menyampaikan kritik terhadap apa yang masih kurang di Unwira. Ini bagi saya sangat konstruktif," tegas Pater Yul. 

Menurut Pater Yul, teater tersebut sangat bagus karena berani menyampaikan kritik terhadap institusi. Tetapi juga kritik terhadap diri sendiri sebagai mahasiswa, juga terhadap dosen maupun pegawai di Unwira. 

Baca Juga: Babak 16 Besar ETMC Lembata 2022 Dimulai, Ini Jadwalnya, Duel PSN Ngada Vs Manggarai Jangan Terlewatkan

Baca Juga: Manggarai Timur Buka Rekrutmen Formasi PPPK, Lengkapi Dokumen Anda sekarang!

"Artinya refleksi kritis seperti itu yang dibutuhkan setiap Lembaga Perguruan Tinggi pada suatu usia tertentu. Karena tidak ada yang sempurna dalam sebuah perjalanan," beber Pater Yul.

Sebagai pimpinan YAPENKAR, Pater Yul berharap agar nilai-nilai yang dulu ditanamkan oleh para pendiri Unwira harus terus dikembangkan. Di mana, dengan spirit dari nilai-nilai para pendiri Unwira tersebut, dengan didukung oleh keterampilan dan pengetahuan baru serta teknologi yang semakin maju, akan mampu membuat Unwira tumbuh menjadi Universitas swasta yang lebih baik lagi.

"Harapan saya nilai-nilai asli yang dulu ditanamkan oleh pendiri itu yang perlu kita kembangkan. Karena setelah 40 tahun berjalan, banyak nilai yang sudah mulai pudar. Sekarang saatnya refleksi kritis dilakukan agar nilai-nilai ini digali kembali untuk terus dikembangkan. Terutama untuk menghadapi persaingan yang saat ini kian berat," beber Pater Yul.

Menurut mantan Rektor Unwira dua periode ini, persaingan PT di era post truth dan disrupsi seperti saat ini tentu sangat menantang. Di mana, sebuah perguruan tinggi, apalagi PT Swasta dituntut untuk tidak bisa hanya memberi bekal intelektual, dan juga keterampilan semata kepada mahasiswanya. Tetapi juga dituntut untuk bagaimana membentuk mentalitas, daya tahan, serta karakter mahasiswa untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata.

Halaman:

Editor: Angelus Durma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Artefak kuno ditemukan di China Barat Daya

Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:50 WIB

BMKG Prakirakan Jambi Berpotensi Hujan Lebat

Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:16 WIB

Peserta Reuni 212 Mulai Membubarkan Diri

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:39 WIB

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini Hujan Lebat

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:39 WIB
X