Festival Golo Koe Labuan Bajo, Uskup Ruteng: Pariwisata Pada Dasarnya Melibatkan Masyarakat Lokal

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 00:02 WIB
Festival Golo Koe Labuan Bajo, Uskup Ruteng: Pariwisata Pada Dasarnya Melibatkan Masyarakat Lokal/Foto: FloresNews.id/Yohanes Noe
Festival Golo Koe Labuan Bajo, Uskup Ruteng: Pariwisata Pada Dasarnya Melibatkan Masyarakat Lokal/Foto: FloresNews.id/Yohanes Noe

FloresNews.id - Ribuan peserta utusan dari 88 Paroki dan lembaga se-Keuskupan Ruteng hadir mengikuti opening ceremoni Festival Religi-Kultural Golo Koe di Marina Water front City Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (8/8/2022).

Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat dalam opening ceremonial festival golo koe menegaskan festival religi-kuktural Golo Koe Labuan Bajo adalah pesta rakyat. Pesta sukacita. Pariwisata pada dasaranya melibatkan masyarakat lokal. Membahagiakan dan mensejahterakan masyarakat lokal.

"festival religi-kuktural Golo Koe Labuan Bajo adalah pesta rakyat. Pesta sukacita. Pariwisata pada dasaranya melibatkan masyarakat lokal. Membahagiakan dan mensejahterakan masyarakat lokal," kata Mgr. Sipri.

Uskup Siprianus Hormat menyuarakan itu dari atas tribun Marina Waterfront City Labuan Bajo, Senin (8/8/2022) petang Wita.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Pemprov NTT Tunda Naikan Tarif Masuk Pulau Komodo

Baca Juga: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menilai dampak konflik Tiongkok

“Kita berdendang ria di Marina Waterfront City Labuan Bajo ini. Kita bergurau, berbagi cerita bersama. Tempat ini, ingin kita rajut tali kasih. Mau kita pintal bingkai persaudaraan. Membentuk mozaik-mozaik indah Bhinneka Tunggal Ika karena pariwisata bukanlah peluh keringat belaka, terapi juga pesta sukacita. Bukan hanya pesta orang-orang berduit tetapi pesta rakyat, pesta kita bersama," ungkap Mgr. Siprianus Hormat.

Lebih lanjut, Uskup Mgr. Sipri juga menegaskan, pariwisata sejatinya haruslah berpartisipasi, artinya dari kita, oleh kita dan untuk kita. Pariwisata mesti melibatkan masyarakat lokal serta membahagiakan dan mensejahterakan kehidupan kita.

"pariwisata sejatinya haruslah berpartisipasi, artinya dari kita, oleh kita dan untuk kita. Pariwisata mesti melibatkan masyarakat lokal serta membahagiakan dan mensejahterakan kehidupan kita," terang Mgr. Sipri.

Baca Juga: KIP: Dokumen pendaftaran dua partai politik lokal dinyatakan lengkap

Halaman:

Editor: Angelus Durma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X