Presiden paparkan tiga fondasi pendongkrak daya saing Indonesia

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:45 WIB
Presiden paparkan tiga fondasi pendongkrak daya saing Indonesia
Presiden paparkan tiga fondasi pendongkrak daya saing Indonesia

Floresnews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan tiga hal yang bisa menjadi fondasi pendongkrak daya saing Indonesia yakni infrastruktur, hilirisasi dan industrialisasi, serta digitalisasi, yang disampaikan saat menghadiri Silatnas PPAD 2022 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat.

Presiden menyatakan bahwa pemerintah telah berusaha memperkuat ketiga fondasi tersebut, karena peta persaingan global tidak lagi tentang negara besar atau kaya mengalahkan negara kecil atau miskin.

"Ke depan bukan negara besar mengalahkan negara kecil, bukan negara kaya mengalahkan negara miskin, bukan. Pertarungannya, kompetisinya adalah negara cepat akan mengalahkan negara yang lambat dan untuk cepat itu dibutuhkan fondasi-fondasi inilah yang sedang kita kerjakan," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Datangi Markas AWSTAR Labuan Bajo, Bupati Edi Endi Minta Maaf, Ada Apa?

Presiden menyampaikan aspek infrastruktur dampaknya tidak terasa instan melainkan lima sampai 10 tahun mendatang yang terlihat jelas dalam peta persaingan dengan negara-negara lain.

"Dalam tujuh tahun ini kita sudah bertambah 2.042 km jalan tol, 5.500 km jalan non tol, bandara baru 15, pelabuhan baru 18, bendungan baru 38, irigasi baru 1,1 juta hektare. Inilah fondasi kita untuk berkompetisi dengan negara-negara lain. Mungkin tidka bisa kita rasakan instan sekarang dan efeknya akan ke APBN," ujarnya.

Dalam aspek hilirisasi dan industrialisasi, Presiden menyatakan bahwa kedua hal itu tidak berani dilakukan Indonesia untuk kurun waktu yang cukup panjang.

Presiden mengingatkan bahwa semenjak era VOC masih beroperasi di Hindia Belanda, ekspor selalu dilakukan dalam bentuk bahan mentah dan kerap melupakan untuk mempersiapkan fondasi industrialisasinya.

"Saya beri contoh nikel kita ekspor bertahun-tahun, nilainya 1,1 billion USD tahun 2014, kira-kira Rp15 triliun ekspor bahan mentah. Begitu kita stop 2017, ekspor di 2021 mencapai Rp300 triliun lebih. Dari Rp15 triliun melompat Rp300 triliun, itu baru satu komoditi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov Papua Barat rencanakan bentuk Satker Damkar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:49 WIB

Kepedulian Nunung Terhadap Sule Dan Anaknya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB

Rumah warga di Aceh Timur terbakar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 14:20 WIB

Polri harus jamin keamanan Bharada E

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Joko widodo Sebut Dunia Kritis

Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:47 WIB
X