Sengkarut Tiket TNK Labuan Bajo, Sandiaga Uno: Tarif Rp 3,75 Juta Tidak Dibatalkan

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:35 WIB
Sengkarut Tiket TNK Labuan Bajo, Sandiaga Uno: Tarif Rp 3,75 Juta Tidak Dibatalkan/Foto: Kompas.com
Sengkarut Tiket TNK Labuan Bajo, Sandiaga Uno: Tarif Rp 3,75 Juta Tidak Dibatalkan/Foto: Kompas.com

FloresNews.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno memastikan tidak ada pembatalan biaya kontribusi berwisata ke Taman Nasional Komodo (TNK) di Lbuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sandi optimis bahwa biaya sebesar Rp3,75 juta per orang selama setahun itu tidak akan dibatalkan.

Sandiaga Uno juga mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Hal ini untuk menindaklanjuti komunikasi publik yang lebih baik melalui sosialisasi dan edukasi terkait upaya konservasi dan pemulihan ekonomi secara beriringan di Pulau Komodo dan Labuan Bajo.

Baca Juga: Tiga orang tewas tersambar petir di dekat Gedung Putih

Baca Juga: Datangi Bareskrim, Kuasa Hukum Bharada E Mengundurkan Diri

"Tidak ada hari ini, penundaan atau pembatalan yang ada adalah bagaimana kita menata agar informasi ini bisa dicerna dan dimengerti oleh para wisatawan dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo dan NTT," kata Sandiaga Uno usai mengikuti kegiatan gowes PHRI biketour 2022 di Kota Bogor, mengutip Antara, Sabtu, (6/8/2022) 

Kemudian, sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk memantau situasi kondustif, aman, nyaman, menyenangkan bagi para wisatawan dan pelaku ekonomi kreatif, Kemenparekraf akan koordinasi juga bersama kementerian lembaga dan juga dengan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten setempat.

"Yang ketiga jangan sampai ada gejolak yang merusak narasi kebangkitan pariwisata kita. Terbukti, ekonomi kita bangkit karena pariwisata bisa menyentuh 10 persen," ujar Sandi.

Baca Juga: Dekranasda NTT dorong penenun bermental wirausaha

Baca Juga: Tak Terima Nilai Rendah di Kampus, Mahasiswa Ini Bunuh Diri, Kepikiran Biaya Kuliah

Dia mengimbau, jangan sampai narasi positif mengenai pertumbuhan ekonomi yang selama ini dibangun. Perekonomian Indonesia di sektor pariwisata menurut peringkat yang dirilis Travel and Tourism Development Index 2021 yang diterbitkan Mei 2022, sudah bisa melampaui Thailand di posisi 32 dari 117 negara di dunia.

"Kita sudah sukses menjadi negara yang menangani pandemi ini tercoreng karena ketidakpahaman terhadap kebijakan konservasi dan ekonomi secara beriringan", tukasnya.

 

Editor: Angelus Durma

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga emas menguat

Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:49 WIB

Ekspor melesat 19,74 persen pada triwulan II 2022

Jumat, 5 Agustus 2022 | 11:46 WIB
X